8
Mantan Kyai dan Menulis
Menulis adalah Membaca Kehidupan

Kehabisan bahan bacaan membuat saya iseng membuka-buka blog saya sendiri dan membaca ulang artikel-artikel norak binti kampungan yang pernah saya buat di blog yang sebelumnya merupakan cikal bakal dari blog hitam ini. Tetap norak tentu, tapi entah mengapa saya menyukainya.
Tulisan-tulisan di blog -mantan- hitam itu paling lama baru berumur satu tahun. Artinya, sejarah [...]

Posted at 6:12 on 01/26/2010
14
Persetan
Seper Sekian Setan

Persetan dengan yang kalian khotbahkan. Sejak negeri ini tak lagi kau sebut dalam khidmat, setiap kalimatmu adalah bahasa yang tak kumengerti.
Persetan dengan yang kalian musyawarahkan. Sejak butir-butir yang kau rumuskan tak lagi memihak kepada kebajikan, keputusanmu hanya selalu memancing keributan.
Persetan dengan yang kalian fatwakan. Sejak tuhan sebegitu jauhnya dari jiwamu hingga harus kau panggil-panggil dengan [...]

Posted at 16:00 on 12/26/2009
19
Suatu hari rumah saya begitu ribut karena tiba-tiba seorang tetangga (seorang ibu) menagih sejumlah uang secara paksa kepada bapak saya yang sama sekali tidak tahu darimana dan bagaimana muasal perhitungan hutang tersebut. Terungkaplah kemudian bahwa sumber keributan itu berasal dari permainan umbul [...]
Posted at 13:41 on 11/29/2009
7
Akhir-akhir ini banyak pihak yang menasihati saya untuk lebih tenang dan sabar menghadapi berbagai persoalan yang mengusik hidup saya. Tidak hanya akhir-akhir ini, tetapi rasanya sepanjang usia saya tak terhitung saran, petuah, wejangan (kadang-kadang bahkan tips dan trik) yang mampir ke telinga say [...]
Posted at 21:29 on 11/26/2009
12
Kali ini aku ingin bicara cinta. Dia yang sanggup membuat jantungmu berdebam-debam seperti mercon bantingan, dia yang mampu membuat taik kucing terasa selai kacang, dia yang bisa merubah banci menjadi lelaki gagah perkasawati. Ya, dialah cinta. Yang padanya disematkan segala keagungan, keindahan, ga [...]
Posted at 23:14 on 10/21/2009
4
Ukuran hidup layak memang berbeda antara satu dan lain orang. Terlalu banyak dan beragam penilaian yang tidak bisa disepakati untuk menyatakan seseorang hidup secara layak, pernyataan yang sebenarnya lebih berarti bahwa tidak ada satupun parameter, variabel, faktor, atau apapun juga satuan nilai yan [...]
Posted at 23:11 on 10/21/2009
13
Kata orang besok puasa. Ya, puasa yang itu. Teknisnya adalah mengelabui perut dan kerongkongan dari pagi sampai menjelang petang. Prosedurnya dimulai dengan sarapan sebelum subuh, lalu merapel makan siang dan malam sekitar 14 jam hingga terdengar bedug Maghrib kemudian. Esensinya -konon- adalah kese [...]
Posted at 23:41 on 08/20/2009
24
Semalam saya berkesampatan hadir di acara Bubu Awards untuk yang ke-6 kalinya. Bukan kehadiran saya yang 6 kali, tetapi acara penghargaan tersebut yang sudah dihelat 6 kali. Buat saya ini pertama kalinya. Niat awalnya sih untuk bersilaturahmi dengan salah satu blogger, plurker, dan netter kondang ra [...]
Posted at 17:34 on 07/31/2009
16
Belum seminggu aku duduk di depan perangkat multimedia yang masih belajar kukendalikan. Belum lagi aku tahu dalam dudukku entah kerasan ataukah bosan. Pagi ini dari arah yang belum bisa kupetakan, aku dikejutkan suara meletup yang kukira kentut. Tetapi ternyata bukan. Rupanya letupan itu adalah susu [...]
Posted at 23:36 on 07/16/2009
8
Berkendara semestinya lebih nyaman dibanding jalan kaki. Dalam konteks ini, lebih cepat -semestinya- lebih baik. Tapi bagaimana jika kemudian berkendara tidak menjadi lebih cepat? Bukan karena alasan pro-rakyat jika kemudian kita yang berkendara justru -dipaksa- turun dari kendaraan dan memilih menu [...]
Posted at 19:36 on 07/12/2009
13
Tak -pernah- mudah mengelola kegelisahan batin yang berkecamuk, terutama jika kita tahu sumber kegelisahan itu berasal dari dalam diri kita sendiri. Dan kebanyakan memang seperti itu, kenyamanan -sekaligus ketidaknyamanan- seringkali bersumber dari dalam diri sendiri. “Kamu sedang gelisah apa Mas [...]
Posted at 4:40 on 07/9/2009
8
Seingat saya baru sekali saya masuk ke bilik suara untuk berpartisipasi dalam yang namanya pemilihan umum. Waktu itu tahun 1999 -saya masih duduk di kelas 3 SMA, pertama kalinya pemilu kembali diikuti oleh puluhan partai politik, setelah sebelumnya oleh penguasa orde baru dimampatkan menjadi hanya 3 [...]
Posted at 15:31 on 07/7/2009